Lamongan, 16 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak terus dilakukan melalui penerapan inovasi teknologi di bidang peternakan. Salah satunya melalui Program Kemitraan Masyarakat Pemberdayaan Peternak Sapi melalui Teknologi Laser Punktur untuk Peningkatan Efisiensi Reproduksi dan Pendapatan Berbasis Kolaborasi Pentahelix di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (16/8/2026) di Kelompok Ternak Sidomakmur, Dusun Sidowayah, Desa Lawanganagung, Kecamatan Sugio, melalui kolaborasi Fakultas Vokasi Prodi D4 Teknologi Veteriner Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya bersama Puskeswan Kedungpring Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Sekretaris Dinas, Pj. Puskeswan Kedungpring beserta petugas wilayah dan inseminator, Pj. Puskeswan Sambeng, staf Bidang Budidaya, dosen serta mahasiswa Fakultas Vokasi Prodi D4 Teknologi Veteriner UNAIR, dan anggota Kelompok Ternak Sidomakmur.
Dalam kegiatan tersebut, para peternak mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan produktivitas dan reproduksi sapi. Materi yang diberikan antara lain mengenai masalah birahi tenang, pakan fermentasi dan nutrisi sapi, serta cara menentukan Body Condition Score (BCS) pada sapi.
Selain pemberian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik penerapan teknologi Laser Punktur untuk mendukung peningkatan efisiensi reproduksi pada sapi. Praktik terapi dilakukan terhadap tiga ekor sapi milik kelompok ternak sebagai bagian dari penerapan teknologi secara langsung di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada aspek reproduksi, peternak juga mendapatkan praktik pembuatan silase berbahan tebon jagung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peternak mengenai pemanfaatan sumber pakan lokal melalui teknologi pengolahan pakan yang dapat membantu menjaga ketersediaan dan kualitas pakan ternak.
Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara unsur akademisi, pemerintah, tenaga teknis, mahasiswa, dan kelompok peternak atau pendekatan pentahelix. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penerapan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan peternak di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, pemberian terapi Laser Punktur akan dilakukan secara rutin dengan jadwal berikutnya dua minggu setelah pelaksanaan kegiatan. Selain itu, penyerahan cooper dan alat Laser Punktur kepada kelompok ternak direncanakan pada 29 September 2026.
Evaluasi terhadap hasil terapi Laser Punktur juga akan dilakukan setelah dua bulan pelaksanaan terapi, guna mengetahui perkembangan dan manfaat penerapan teknologi tersebut terhadap kondisi reproduksi sapi kelompok.
Melalui kegiatan ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan bersama UNAIR terus mendorong penguatan kapasitas peternak melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi. Diharapkan penerapan teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi reproduksi, produktivitas ternak, serta pada akhirnya mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Lamongan.




