Lamongan – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lamongan mencatat peningkatan signifikan dalam pelaksanaan pemantauan hewan kurban tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah hewan kurban yang dipotong, titik lokasi pemotongan, jumlah pemeriksaan kesehatan, hingga nilai transaksi ekonomi yang dihasilkan.
Berdasarkan data Disnakkeswan Kabupaten Lamongan, total pemotongan hewan kurban tahun 2026 mencapai 36.045 ekor, terdiri dari 5.678 ekor sapi, 19.579 ekor kambing, dan 10.788 ekor domba. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 29.784 ekor.
Kenaikan terbesar terjadi pada pemotongan domba yang mencapai 42,09 persen, dari 7.592 ekor pada tahun 2025 menjadi 10.788 ekor pada tahun 2026. Sementara itu, pemotongan kambing meningkat 15,37 persen dan sapi meningkat 8,75 persen.
Selain jumlah hewan kurban, titik lokasi pemotongan juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2026 terdapat 2.334 titik lokasi pemotongan, bertambah 155 titik atau 7,11 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 2.179 titik.
Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, Disnakkeswan Lamongan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem pada 524 lokasi, meningkat 47,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 356 lokasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan daging yang dihasilkan layak dikonsumsi masyarakat.
Dari sisi sumber daya manusia, jumlah petugas pemeriksa hewan kurban juga bertambah menjadi 188 petugas, meningkat 34,29 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 140 petugas. Penambahan personel ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan pelayanan di lapangan.
Tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan masyarakat, pelaksanaan kurban juga memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah. Total nilai transaksi hewan kurban pada tahun 2026 mencapai Rp244,97 miliar, meningkat 17,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp208,99 miliar.
Nilai transaksi sapi tercatat sebesar Rp141,95 miliar, kambing Rp68,49 miliar, dan domba Rp34,52 miliar. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban sekaligus menjadi indikator pertumbuhan sektor peternakan di Kabupaten Lamongan.
Melalui pemantauan yang intensif dan dukungan seluruh pihak, Disnakkeswan Kabupaten Lamongan terus berupaya mewujudkan pelaksanaan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan penuh keberkahan.




